Home » Posts filed under Penyakit mata
Showing posts with label Penyakit mata. Show all posts
Showing posts with label Penyakit mata. Show all posts
Pengertian Retinitis Pigmentosa
Ini adalah penyakit dimana penderitanya mengalami kondisi berupa kemunduran retina hingga dapat mempengaruhi penglihatan penderita, khususnya terjadi pada malam hari dan jika terus dibiarkan maka dapat berlanjut pada kebutaan.
Penyebab Retinitis Pigmentosa
Hingga sekarang belum diketahui secara pasti mengenai penyebab penyakit ini, tapi diduga faktor keturunan juga berperan menjadi penyebabnya. Perlu jug diketahui bahwa penyakit ini akan lebih menyerang sel batang retina yang memiliki fungsi untuk mengontrol penglihatan pada malam hari.
Gejala Retinitis Pigmentosa
Penderita penyakit ini yang biasanya adalah anak-anak juga akan mengalami gejala pada masa kanak-kanak, dan beberapa gejala yang dirasakan diantaranya adalah pigmentasi yang berwarna gelap di retina. Jika penyakit ini terus dibiarkan maka gejala akan berlanjut ke stadium lanjut dengan penurunan fungsi penglihatan secara keseluruhan.
Diagnosis Retinitis Pigmentosa
Tujuan diagnosis adalah untuk menemukan penyebab, gejala serta tingkatan penyakit, dan untuk mengetahui kesemuanya itu penderita harus menerima pemeriksaan fisik seperti diantaranya adalah pemeriksaan mata dengan oftalmoskop. Selain itu masih ada pemeriksaan lainya seperti pemeriksaan ketajaman penglihatan dan tes refraksi.
Pengobatan Retinitis Pigmentosa
Pengobatan penyakit ini dengan melihat hasil diagnosis, namun hingga sekarang belum diketahui secara pasti mengenai pengobatan efektif untuk penyakit ini, salah satu alat bantu yang dapat digunakan penderita adalah kaca mata yang melindungi mata dari sinar ultraviolet dan mempertahankan fungsi penglihatan. Penderita juga bisa diberi antioksidan yang mengandung vitamin A dan diyakini dapat menunda perkembangan penyakit ini.
Pengertian Retinitis Pigmentosa
Ini adalah penyakit dimana penderitanya mengalami kondisi berupa kemunduran retina hingga dapat mempengaruhi penglihatan penderita, khususnya terjadi pada malam hari dan jika terus dibiarkan maka dapat berlanjut pada kebutaan.
Penyebab Retinitis Pigmentosa
Hingga sekarang belum diketahui secara pasti mengenai penyebab penyakit ini, tapi diduga faktor keturunan juga berperan menjadi penyebabnya. Perlu jug diketahui bahwa penyakit ini akan lebih menyerang sel batang retina yang memiliki fungsi untuk mengontrol penglihatan pada malam hari.
Gejala Retinitis Pigmentosa
Penderita penyakit ini yang biasanya adalah anak-anak juga akan mengalami gejala pada masa kanak-kanak, dan beberapa gejala yang dirasakan diantaranya adalah pigmentasi yang berwarna gelap di retina. Jika penyakit ini terus dibiarkan maka gejala akan berlanjut ke stadium lanjut dengan penurunan fungsi penglihatan secara keseluruhan.
Diagnosis Retinitis Pigmentosa
Tujuan diagnosis adalah untuk menemukan penyebab, gejala serta tingkatan penyakit, dan untuk mengetahui kesemuanya itu penderita harus menerima pemeriksaan fisik seperti diantaranya adalah pemeriksaan mata dengan oftalmoskop. Selain itu masih ada pemeriksaan lainya seperti pemeriksaan ketajaman penglihatan dan tes refraksi.
Pengobatan Retinitis Pigmentosa
Pengobatan penyakit ini dengan melihat hasil diagnosis, namun hingga sekarang belum diketahui secara pasti mengenai pengobatan efektif untuk penyakit ini, salah satu alat bantu yang dapat digunakan penderita adalah kaca mata yang melindungi mata dari sinar ultraviolet dan mempertahankan fungsi penglihatan. Penderita juga bisa diberi antioksidan yang mengandung vitamin A dan diyakini dapat menunda perkembangan penyakit ini.
Pengertian Strabismus
Yang dimaksudkan dengan strabismus atau mata juling adalah suatu keadaan yang ditandai dengan penyimpangan abnormal dari letak satu mata terhadap mata yang lainnya. Hal ini dapat menyebabkan garis penglihatan tidak paralel dan pada waktu yang sama
Penyebab Strabismus
Beberapa penyebab terjadinya mata juling atau strabismus adalah, tarikan yang tidak sama pada satu atau beberapa otot yang menggerakan mata, kelumpuhan pada satu atau beberapa otot penggerak mata strabismus paralitik, kelumpuhan pada otot mata bisa disebabkan oleh kerusakan saraf, dan jenis strabismus yang lain ditemukan pada anak yang menderita rabun dekat.
Gejala Strabismus
Adapun beberapa gejalaa yang timbul sebelum penderita mengalami mata juling atau strabismus adalah mata penderita yang tidak mengarah ke arah yang sama, dan gerakan mata yang tidak terkoordinasi, serta penglihatan ganda pada mata penderita.
Diagnosa Strabismus
Mendiagnosa penderita strabismus biasanya dilakukan dengan pemeriksaan fisik. pemeriksaan fisik tersebut misalnya, pemeriksaan mata standar, memeriksa ketajaman penglihatan, pemeriksaan retina, dan pemeriksaan pada saraf atau neurologis.
Cara Mengobati Strabismus
Sesering mungkin dan sedini mungkin pengobatan harus dilakukan. Pengobatan dimaksud agar gangguan penglihatan tidak terlalu berbahaya. Cara-cara mengobati mata juling ini adalah dengan menutup mata yang normal dengan sebuah penutup, melakukan pembedahan untuk menyesuaikan kekuatan otot mata sehingga mereka menarik mata dengan kekuatan yang sama.
Pengertian Keratokonjungtivitis Sikka
Yang dimaksudkan dengan keratokonjungtivitis sikka adalah kekeringan pada kedua mata yang berlangsung lama akibat menurunnya fungsi kelenjar air mata, yang menyebabkan dehidrasi pada konjungtiva dan kornea.
Penyebab Keratokonjungtivitis Sikka
Penyebab terjadinya keratokonjungtivitis sikka adalah artritis rematoid, lupus eritematosus sistemik, dan sindroma sjgren. Gejala lain adlah mata yang kering yang paling sering terjadi pada wanita dewasa menuju lansia.
Gejala Keratokonjungtivitis Sikka
Gejala yang timbul pada penderita keratokonjungtivitis sikka adalah berkurangnya pembentukan air mata atau penguapan air mata yang bisa menyebabkan iritasi mata dan menimbulkan perasaan mata seperti terbakar. Kerusakan yang tersebar di permukaan mata akan menambah rasa tidak nyaman dan kepekaan terhadap cahaya (fotofobia). Pada stadium lanjut, permukaan mata bisa menebal dan membentuk jaringan parut serta ulkus (luka terbuka). Pertumbuhan pembuluh darah juga meningkat.
Diagnosa Keratokonjungtivitis Sikka
Mendiagnosa penderita keratokonjungtivitis sikka sebaiknya harus ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata. Untuk mengetahui derajat kelembaban yang membasahi mata bisa dilakukan tes Schirmer (menempelkan kertas saring di ujung kelopak mata). Untuk mengetahui beratnya kerusakan mata yang terjadi dilakukan pemeriksaan mata dengan menggunakan slit lamp.
Cara Mengobati Keratokonjungtivitis Sikka
Pengobatan untuk mengatasi kekerinngan pada mata adalah setiap beberapa jam diteteskan air mata buatan. Air mata buatan adalah tetes mata yang mengandung zat yang merangsang air mata yang asli. Pembedahan dilakukan untuk menyumbat pengaliran air mata ke hidung
Pengertian Oftalmia Neonatorum
Yang dimaksudkan dengan oftalmia neonatorum (konjungtivitis neonatorum) adalah suatu infeksi mata pada bayi baru lahir yang didapat ketika bayi melewati jalan lahir.
Penyebab Oftalmia Neonatorum
Penyeba oftalmia neonatorum adalah infeksi bakteri yang berhubungan dengan proses persalinan, yang paling banyak ditemukan dan berpotensi menyebabkan kerusakan mata adalah gonore (neisseria gonorrhea) dan klamidia (chlamydia trachomatis). Virus yang bisa menyebabkan konjungtivitis neonatorum dan kerusakan mata yang berat adalah virus herpes. Virus ini juga bisa didapat ketika bayi melewati jalan lahir, tetapi konjungtivitis herpes lebih jarang ditemukan.
Gejala Oftalmia Neonatorum
Gejala yang timbul seperti pada bayi baru lahir yang terinfeksi akan mengeluarkan kotoran dari matanya dalam waktu 1 hari sampai 2 minggu setelah dia lahir. Kelopak matanya membengkak, merah dan nyeri bila ditekan. Gonore bisa menyebabkan perforasi kornea dan kerusakan yang sangat berarti pada struktur mata yang lebih dalam. Gejala lainnya adalah riwayat penyakit menular seksual pada ibu dan dari mata keluar kotoran encer dan berdarah (serosanguinosa) atau kotoran kental seperti nanah (purulen).
Diagnosa Oftalmia Neonatorum
Mendiagnosa harus ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata. Untuk mengetahui organisme penyebabnya, dilakukan pembiakan terhadap kotoran mata.
Cara Mengobati Oftalmia Neonatorum
Memberikan antibiotik dalam bentuk topikal (salep dan tetes mata), per-oral maupun intravena (melalui pembuluh darah), semua bisa digunakan tergantung kepada beratnya infeksi dan organisme penyebabnya. Kadang antibiotik oral dan topikal digunakan secara bersamaan. Irigasi mata dengan larutan garam normal untuk membuang kotoran purulen yang terkumpul.
Pengertian Trakoma
Yang dimaksudkan dengan trakoma (konjungtivitis granuler, oftalmia bangsa mesir) adalah suatu infeksi konjungtiva yang berlangsung lama dan disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Trakoma merupakan penyakit menular yang dapat ditularkan melalui kontak tangan dengan mata, sejenis lalat, dan benda-benda yang terkontaminasi (misalnya handuk atau saputangan).
Penyebab Trakoma
Penyebab terjadinya trakoma (konjungtivitis granuler, oftalmia bangsa mesir) adalah infeksi oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Masa inkubasi berlangsung selama 5-12 hari dan berawal sebagai kemerahan pada mata, yang jika tidak diobati bisa menjadi penyakti kronis dan menyebabkan pembentukan jaringan parut. Trakoma ditemukan di seluruh dunia, terutama di daerah pedesaan di negara-negara berkembang.
Gejala Trakoma
Gejala yang timbul berbeda disetiap stadium trakoma (konjungtivitis granuler, oftalmia bangsa mesir). Pada stadium awal, konjungtiva tampak meradang, merah dan mengalami iritasi serta mengeluarkan kotoran (konjungtivitis). Pada stadium lanjut, konjungtiva dan kornea membentuk jaringan parut sehingga bulu mata melipat ke dalam dan terjadi gangguan penglihatan. Adapun beberapa gejala lainya seperti pembengkakan kelopak mata, pembengkakan kelenjar getah bening yang terletak tepat di depan mata, dan kornea mata tampak keruh.
Diagnosa Trakoma
Mendiagnosa penderita sebaiknya harus ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Pengobatan Trakoma
Pemberian salep antibiotik yang berisi tetracyclin dan erythromycin selama beberapa minggu. Selain itu, antibiotik tersebut juga bisa diberikan dalam bentuk tablet.
Pengertian Ulkus Kornea
Yang dimaksudkan dengan ulkus kornea adalah luka terbuka pada lapisan kornea yang paling luar.Penyebab Ulkus Kornea
Penyebab terjadinya ulkus kornea adalah infeksi oleh bakteri (misalnya stafilokokus, pseudomonas atau pneumokokus), jamur, virus (misalnya herpes) atau protozoa akantamuba, kekurangan vitamin a atau protein, mata kering (karena kelopak mata tidak menutup secara sempurna dan melembabkan kornea), cedera mata, ada benda asing di mata, dan iritasi akibat lensa kontak.Gejala Ulkus Kornea
Gejala yang timbul pada ulkus kornea adalah nyeri, peka terhadap cahaya (fotofobia) dan peningkatan pembentukan air mata, yang kesemuanya bisa bersifat ringan Gejala lainnya adalah gangguan penglihatan, mata merah, mata terasa gatal, dan kotoran mata. Komplikasi lainnya adalah infeksi di bagian kornea yang lebih dalam, perforasi kornea, dan kelainan letak iris serta kerusakan mata.Diagnosa Ulkus Kornea
Mendiagnosa ulkus kornea sebaiknya ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata pada penderita.Cara Mengobati Ulkus Kornea
Dengan pengobatan, ulkus kornea dapat sembuh tetapi mungkin akan meninggalkan serat-serat keruh yang menyebabkan pembentukan jaringan parut dan menganggu fungsi penglihatan.Ulkus kornea adalah keadaan darurat yang harus segera ditangani oleh spesialis mata agar tidak terjadi cedera yang lebih parah pada kornea. Tergantung kepada penyebabnya, diberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik, anti-virus atau anti-jamur. Ulkus yang berat mungkin perlu diatasi dengan pembedahan (pencangkokan kornea).Pengertian Entropion dan Ektropion
Yang dimaksudkan dengan entropion adalah suatu keadaan dimana kelopak dan bulu mata bagian bawah membalik ke dalam ke arah bola mata. Ektropion adalah suatu keadaan dimana kelopak dan bulu mata bagian bawah membalik ke arah luar.
Penyebab Entropion dan Ektropion
Penyebab terjadinya entropion adalah pengenduran jaringan kelopak mata sebagai akibat proses penuaan. PEnyebab lain adalah faktor genetik pendrita. Beberapa kasus terjadi karena pembentukan jaringan parut pada permukaan dalam kelopak mata akibat luka bakar kimia dan panas, peradangan atau reaksi alergi. Kadang entropion merupakan bawaan lahir karena kelopak mata tidak terbentuk secara sempurna. Kebanyakan kasus ektropion terjadi akibat pengenduran jaringan kelopak mata akibat penuaan. Beberapa kasus terjadi karena adanya jaringan parut pada kelopak mata akibat luka bakar kimia maupun panas, truma, kanker kulit atau pembedahan kelopak mata.
Gejala Entropion dan Ektropion
Arti lain dari entropion adalah suatu keadaan dimana kelopak dan bulu mata bagian bawah membalik ke dalam ke arah bola mata. Ektropion adalah suatu keadaan dimana kelopak dan bulu mata bagian bawah membalik ke arah luar. Jadi gejala yang timbul pada penderita entropion adalah kelopak dan bulu mata bagian bawah membalik ke dalam ke arah bola mata, dan kelopak dan bulu mata bagian bawah membalik ke arah luar.
Diagnosa Entropion dan Ektropion
Mendiagnosa para penderita kelopak dan bulu mata bagian bawah membalik ke arah luarsebaiknya ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan kelopak mata penderita.
Cara Mengobati Entropion dan Ektropion
Pengobatan pada penderita entropion adalah pembedahan bius lokal sebelum gesekan kelopak dan bulu mata menyebabkan kerusakan kornea.
Pengertian Kalazion
Yang dimaksudkan dengan kalazion adalah sebuah massa kecil di dalam kelopak mata yang disebabkan oleh penyumbatan kelenjar minyak yang kecil di dalam kelopak mata penderita.
Penyebab Kalazion
Penyebab terjadinya kalazion adalah akibat penyumbatan pada saluran kelenjar Meibom. Kelenjar Meibom adalah kelenjar sebasea, yang menghasilkan minyak yang membentuk permukaan selaput air mata.
Gejala Kalazion
Gejala awal kalazion adalah tampak dan terasa seperti hordeolum, kelopak mata membengkak, nyeri dan mengalami iritasi. Beberapa hari kemudian gejala tersebut menghilang dan meninggalkan pembengkakan bundar tanpa rasa nyeri pada kelopak mata dan tumbuh secara perlahan. Di bawah kelopak mata terbentuk daerah kemerahan atau abu-abu.
Diagnosa Kalazion
Mendiagnosa para penderita kalazion harus ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan kelopak mata. Kadang saluran kelenjar Meibom bisa tersumbat oleh suatu kanker kulit; untuk memastikan hal ini maka perlu dilakukan biopsi.
Cara Mengobati Kalazion
Pengobatan yang terutama pada penderita Kalazion adalah kompres hangat selama beberapa menit, minimal empat sehari. Pengompresan akan melunakkan minyak yang mengeras yang menyumbat saluran dan mempermudah pengaliran serta penyembuhan. Kalazia seringkali menghilang tanpa pengobatan dalam waktu 1 bulan. Jika kalazion terus membesar mungkin perlu diangkat melalui pembedahan. Pembedahan biasanya dilakukan dari bawah kelopak mata untuk menghindari pembentukan jaringan parut di kulit. Obat tetes mata yang mengandung antibiotik biasanya digunakan beberapa hari sebelum dan sesudah pengangkatan kalazion.
Pengertian Eksoftalmo
Yang dimaksudkan dengan eksoftalmos adalah penonjolan abnormal pada salah satu atau kedua bola mata.
Penyebab Eksoftalmo
Penyebab-penyebab terjadinya eksoftalmos adalah penyakit tiroid, terutama penyakit grave seperti jaringan di dalam rongga mata membengkak dan terdapat endapan yang mendorong mata ke depan, perdarahan di belakang mata, peradangan di dalam rongga mata, tumor jinak maupun ganas di dalam rongga mata dan di belakang bola mata, pseudotumor, trombosis sinus kavernosus, malformasi arteriovenosa.
Gejala Eksoftalmo
Gejala yang timbul pada penderita eksoftalmo adalah dimana salah satu atau kedua bola mata tampak menonjol tak seperti pada keadaan normal.
Diagnosa Eksoftalmo
Mendiagnosa Eksoftalmo harus berdasarkan gejala dan penyebab kelainan tersebut. Setiap mata yang menonjol tidak selalu berarti eksoftalmos. Beratnya penonjolan mata bisa diukur dengan penggaris biasa atau dengan alat yang disebut oftalmometer. Pemeriksaan lainnya yang dilakukan adalah CT scan dan tes fungsi tiroid pada penderita.
Cara Mengobati Eksoftalmo
Pengobatan Eksoftalmo pada umumnya tergantung kepada penyebabnya. Jika terdapat kelainan antara arteri dan vena maka dilakukan pembedahan. Jika penyebabnya adalah hipertiroidisme (terlalu banyak hormon tiroid) maka dilakukan pengobatan terhadap hipertiroidisme. Untuk menghilangkan penekanan terhadap saraf optikus diberikan corticosteroid per-oral (melalui mulut), terapi penyinaran lokal atau pembedahan. Jika kelopak mata tidak dapat menutupi bola mata yang menonjol, mungkin perlu dilakukan pembedahan kelopak mata untuk membantu melindungi kornea terhadap kekeringan dan infeksi.
Pengertian Selulitis Orbitalis
Yang dimaksudkan dengan selulitis orbitalis adalah suatu infeksi pada jaringan di sekitar bola mata pada penerita.
Penyebab Selulitis Orbitalis
Penyebaba terjadinya selulitis orbitalis adalah infeksi bakteri. Infeksi bisa berasal dari sinus, gigi atau aliran darah, atau bisa terjadi setelah suatu cedera mata. Pada anak-anak, selulitis orbitalis biasanya berasal dari infeksi sinus yang disebabkan oleh Hemophilus influenzae. Bakteri lainnya yang bisa menyebabkan selulitis orbitalis adalah Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae dan streptokokus beta hemolitikus yang menyerang tubuh penderita.
Gejala Selulitis Orbitalis
Gejala-gejala yang timbul pada penderita selulitis orbitalis adalah nyeri hebat, mata menonjol, pergerakan mata terbatas, kelopak mata membengkak, tampak mengkilat dan berwarna merah atau ungu, demam, bola mata membengkak dan tampak berkabut. Jika tidak diobati secara adekuat, selulitis orbitalis bisa menyebabkan kebutaan, infeksi otak dan medulla spinalis serta adanya bekuan darah di dalam otak manusia.
Diagnosa Selulitis Orbitalis
Mendiagnosa harus ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Untuk menentukan penyebabnya bisa dilakukan rontgen gigi dan mulut atau CT scan sinus. Contoh jaringan dari selaput mata, kulit, darah, tenggorokan atau sinus bisa dibiakkan di laboratorium untuk menentukan bakteri penyebab infeks tersebuti.
Cara Mengobati Selulitis Orbitalis
Pengobatan dilakukan adalah pada kasus yang ringan diberikan antibiotik per-oral dan untuk kasus yang berat antibiotik diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah). Kadang perlu dilakukan pembedahan untuk membuang nanah atau mengeringkan sinus yang terinfeksi
Pengertian Cedera Mata
Bola mata terdapat di dalam sebuah rongga yang dikelilingi oleh bubungan bertulang yang kuat. Struktur wajah dan mata sangat sesuai untuk melindungi mata dari cedera. Kelopak mata bisa segera menutup untuk membentuk penghalang bagi benda asing dan mata bisa mengatasi benturan yang ringan tanpa mengalami kerusakan. Meskipun demikian, mata dan struktur di sekitarnya bisa mengalami kerusakan akibat cedera, kadang sangat berat sampai terjadi kebutaan atau mata harus diangkat. Cedera mata harus diperiksa untuk menentukan pengobatan dan menilai fungsi penglihatan.
Penyebab Cedera Mata
Penyebab tersering dari cedera pada permukaan mata adalah lensa kontak. Lensa yang tidak terpasang dengan benar, lensa yang terpasang terlalu lama, lensa yang tidak dilepas ketika tidur, lensa yang tidak dibersihkan dan melepaskan lensa dengan sekuat tenaga bisa menimbulkan goresan pada permukaan mata. Penyebab cedera permukaan mata lainnya adalah pecahan kaca, partikel yang terbawa angin dan ranting pohon. Pegawai yang di tempat kerjanya cenderung banyak memiliki pecahan-pecahan kecil yang berterbangan di udara, sebaiknya menggunakan kacamata pelindung. Setiap cedera pada permukaan mata biasanya menyebabkan nyeri dan menimbulkan perasaan ada sesuatu di mata. Gejala lainnya adalah kepekaan terhadap cahaya, mata merah, perdarahan dari pembuluh darah pada permukaan mata atau pembengkakan mata dan kelopak mata. Penglihatan bisa menjadi kabur.
Pengobatan Cedera Mata
Pengobatan yang dilakukan adalah kompres dingin bisa membantu mengurangi pembengkakan dan menghilangkan nyeri pada mata hitam. Pada hari kedua, kompres hangat bisa membantu tubuh dalam menyerap darah yang telah terkumpul. Jika kulit di sekitar mata atau kulit pada kelopak mata mengalami robekan, bisa dilakukan penjahitan. Cedera yang mengenai saluran air mata harus diatasi dengan pembedahan mata. Jika terjadi robekan pada mata, diberikan obat pereda nyeri, obat untuk menjaga agar pupil tetap melebar dan obat untuk mencegah infeksi. Biasanya digunakan perisai logam untuk melindungi mata dari cedera lebih lanjut.
Pengertian Kelainan Refraktif
Dalam keadaan normal, mata menghasilkan gambaran yang jelas karena cahaya yang masuk dibiaskan oleh kornea dan lensa, sehingga terfokus ke retina. Retina mengirimkan gambaran yang terbentuk ke otak melalui saraf optikus. Bentuk kornea tetap, tetapi bentuk lensa berubah agar terfokus pada objek yang memiliki jarak yang berlainan dari mata. Pada kelainan refraktif, cahaya tidak dibiaskan sebagaimana mestinya sehingga gambaran yang terbentuk terlihat kabur.
Gejala Kelainan Refraktif
Gejala yang timbul adalah objek pada jarak jauh terlihat kabur karena mata terlalu panjang dan gambaran terfokus di depan retina bukan tepat pada retina, cahaya dari objek jarak dekat (misalnya ketika membaca buku), tidak dapat terfokus secara jelas pada retina. Mata terlalu pendek sehingga objek jarak dekat terlihat kabur. Hiperopia juga diturunkan. Bayi dan anak-anak cenderung mengalami hiperopia ringan. Sejalan dengan pertumbuhan dan bertambah panjangnya mata, hiperopia semakin berkurang.
Cara Mengobati Kelainan Refraktif
Pengobatan yang ditawarkan adalah Kacamata dan Lensa Kontak Kacamata dan lensa kontak memperbaiki kelainan refraktif dengan cara menambah atau mengurangi kekuatan fokus pada kornea dan lensa. Kekuatan yang diperlukan untuk memfokuskan gambaran secara langsung ke retina diukur dalam dioptri. Pengukuran ini juga dikenal sebagai resep kacamata. Pada miopia, kornea dan lensa terlalu banyak memiliki kekuatan fokus, sehingga cahaya yang dibiaskan bertemu pada suatu titik di depan retina. Kacamata dan lensa kontak mengatasi keadaan ini dengan cara mengurangi kekuatan fokus mata yang alami dan memungkinkan cahaya terfokus pada retina. Untuk miopia, resepnya adalah negativf.
Pengertian Selulitis
Yang dimaksudkan dengan selulitis orbitalis adalah suatu infeksi pada jaringan di sekitar bola mata pada penerita.
Penyebab Selulitis
Penyebab terjadinya selulitis orbitalis adalah infeksi bakteri. Infeksi bisa berasal dari sinus, gigi atau aliran darah, atau bisa terjadi setelah suatu cedera mata. Pada anak-anak, selulitis orbitalis biasanya berasal dari infeksi sinus yang disebabkan oleh Hemophilus influenzae. Bakteri lainnya yang bisa menyebabkan selulitis orbitalis adalah Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae dan streptokokus beta hemolitikus yang menyerang tubuh penderita.
Gejala Selulitis
Gejala-gejala yang timbul pada penderita selulitis orbitalis adalah nyeri hebat, mata menonjol, pergerakan mata terbatas, kelopak mata membengkak, tampak mengkilat dan berwarna merah atau ungu, demam, bola mata membengkak dan tampak berkabut. Jika tidak diobati secara adekuat, selulitis orbitalis bisa menyebabkan kebutaan, infeksi otak dan medulla spinalis serta adanya bekuan darah di dalam otak manusia.
Diagnosa Selulitis
Mendiagnosa harus ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Untuk menentukan penyebabnya bisa dilakukan rontgen gigi dan mulut atau CT scan sinus. Contoh jaringan dari selaput mata, kulit, darah, tenggorokan atau sinus bisa dibiakkan di laboratorium untuk menentukan bakteri penyebab infeks tersebuti.
Cara Mengobati Selulitis
Pengobatan dilakukan adalah pada kasus yang ringan diberikan antibiotik per-oral dan untuk kasus yang berat antibiotik diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah). Kadang perlu dilakukan pembedahan untuk membuang nanah atau mengeringkan sinus yang terinfeksi.
Pengertian Alergi Mata Merah
Yang dimaksudkan dengan mata merah alergi adalah radang konjungtiva yang disebabkan oleh reaksi alergi. Konjungtiva banyak sekali mengandung sel dari sistem kekebalan (mast sel) yang melepaskan senyawa kimia (mediator) dalam merespon terhadap berbagai rangsangan (seperti serbuk sari atau debu tungau). Mediator ini menyebabkan radang pada mata, yang mungkin sebentar atau bertahan lama.
Penyebab Alergi Mata Merah
Mata merah alergi yang musiman sering disebabkan oleh serbuk sari pohon atau rumput, oleh karenanya jenis ini timbul khususnya pada musim semi atau awala musim panas. Serbuk sari gulma bertanggung jawab pada gejala alergi mata merah pada musim panas dan awal musim gugur. Alergi mata merah yang berkelanjutan terjadi sepanjang tahun; paling sering disebabkan oleh tungau debu, bulu hewan, dan bulu unggas. Mata merah Vernal adalah bentuk alergi mata merah yang lebih serius dimana penyebabnya tidak diketahui.
Gejala Alergi Mata Merah
Gejala yang timbul adalah cepat menjadi gatal dan rasa terbakar pada kedua mata. Walaupun biasanya sama, kadang-kadang, satu mata mungkin lebih terinfeksi daripada mata yang lain. Konjungtiva menjadi merah, dan kadang-kadang konjungtiva bengkak, menyebabkan permukaan bola mata tampak tembam sehingga banyak orang merasa terganggu. Pada mata merah musiman dan berkelanjutan, sangat banyak kotoran berair yang tipis. Pandangan jarang terpengaruh. Pada mata merah vernal, kotoran mata banyak dan seperti lendir. Tidak seperti jenis alergi mata merah lainnya, mata merah vernal sering mempengaruhi kornea, dan borok yang nyeri dapat timbul.
Diagnosa Alergi Mata Merah
Para Dokter harus mengenali Alergi Mata Merah (Allergic Conjunctivitis ) berdasarkan gejala-gejala dan penyebab khas penyakit tersebut.
Cara Mengobati Alergi Mata Merah
Alergi Mata Merah dapat diobati dengan tetes mata anti alergi. Obat seperti itu termasuk cromolyn, lodoxamide, olopatadine, dan tetes mata antihistamin, seperti emedastine dan levocabastine. Tetes mata Ketorolac mempunyai anti inflamasi dan membantu mengatasi gejala. Tetes mata Corticosteroid mempunyai anti inflamasi yang lebih baik.
Pengertian Pelepasan Retina
Yang dimaksudkan dengan pelepasan retina adalah pemisahan retina dari lapisan dasar pada pembuluh darah. Ketika retina lepas, terpisah dari bagian persediaan darahnya, hal tersebut akan menyebabkan penurunan fungsi kerja retina sebagaimana mestinya. Hingga retina terpasang kembali, hal tersebut bisa rusak secar permanen. Pelepasan bisa dimulai pada area yang kecil, biasanya sebagai akibat robekan retina jika bagian kecil tersebut tidak menempel kembali, seluruh retina bisa lepas. Sobekan retina yang bisa menyebabkan pelepasan retina lebih mungkin terjadi pada penderit miopi atau yang pernah mengalami operasi katarak. Sobekan juga lebih mungkin terjadi setelah luka mata. Cairan atau darah dari kerusakan pembuluh darah bisa menumpuk antara retina dan jaringan di bawahnya. Kejadian ini berakibat pada penglihatan yang semakin memburuk.
Gejala Pelepasan Retina
Orang biasanya melihat benda kecil mengambang atau sorotan cahaya terang yang berlangsung lebih dari satu detik. Hilangnya penglihatan di pinggir biasanya pertama kali terjadi, dan kehilangan penglihatan menyebar sebagaimana perkembangan pelepasan tersebut. Hilangnya penglihatan menyerupai tirai atau kerudung yang jatuh melintangi garis penglihatan. Jika macula menjadi terlepas, penglihatan dengan segera memburuk, dan segala sesuatu menjadi buram.
Diagnosa Pelepasan Retina
Para dokter atau praktisi kesehatan lain meneliti retina melalui ophthalmoscope dan biasanya pelepasan bisa dilihat. Jika pelepasan tidak terlihat, ultrasound scan pada mata bisa menunjukkannya.
Cara Mengobati Pelepasan Retina
Penderita yang tiba-tiba mengalami hilangnya penglihatan harus segera mengunjungi dokter mata. Operasi laser atau operasi pembekuan kemungkinan bisa dilakukan untuk memperbaiki retina. Operasi laser menutup lubang pada retina. Jika retina tersebut terpasang kembali dalam beberapa hari, kemungkinan penglihatan biasanya akan bertambah baik.
Pengertian Strabismus (Mata juling)
Yang dimaksudkan dengan strabismus atau mata juling adalah suatu keadaan yang ditandai dengan penyimpangan abnormal dari letak satu mata terhadap mata yang lainnya. Hal ini dapat menyebabkan garis penglihatan tidak paralel dan pada waktu yang sama
Penyebab Strabismus (Mata juling)
Beberapa penyebab terjadinya mata juling atau strabismus adalah, tarikan yang tidak sama pada satu atau beberapa otot yang menggerakan mata, kelumpuhan pada satu atau beberapa otot penggerak mata strabismus paralitik, kelumpuhan pada otot mata bisa disebabkan oleh kerusakan saraf, dan jenis strabismus yang lain ditemukan pada anak yang menderita rabun dekat.
Gejala Strabismus (Mata juling)
Adapun beberapa gejalaa yang timbul sebelum penderita mengalami mata juling atau strabismus adalah mata penderita yang tidak mengarah ke arah yang sama, dan gerakan mata yang tidak terkoordinasi, serta penglihatan ganda pada mata penderita.
Diagnosa Strabismus (Mata juling)
Mendiagnosa penderita strabismus biasanya dilakukan dengan pemeriksaan fisik. pemeriksaan fisik tersebut misalnya, pemeriksaan mata standar, memeriksa ketajaman penglihatan, pemeriksaan retina, dan pemeriksaan pada saraf atau neurologis.
Cara Mengobati Strabismus (Mata juling)
Sesering mungkin dan sedini mungkin pengobatan harus dilakukan. Pengobatan dimaksud agar gangguan penglihatan tidak terlalu berbahaya. Cara-cara mengobati mata juling ini adalah dengan menutup mata yang normal dengan sebuah penutup, melakukan pembedahan untuk menyesuaikan kekuatan otot mata sehingga mereka menarik mata dengan kekuatan yang sama.
Pengertian Retinitis Pigmentosa
Ini adalah penyakit dimana penderitanya mengalami kondisi berupa kemunduran retina hingga dapat mempengaruhi penglihatan penderita, khususnya terjadi pada malam hari dan jika terus dibiarkan maka dapat berlanjut pada kebutaan.
Penyebab Retinitis Pigmentosa
Hingga sekarang belum diketahui secara pasti mengenai penyebab penyakit ini, tapi diduga faktor keturunan juga berperan menjadi penyebabnya. Perlu jug diketahui bahwa penyakit ini akan lebih menyerang sel batang retina yang memiliki fungsi untuk mengontrol penglihatan pada malam hari.
Gejala Retinitis Pigmentosa
Penderita penyakit ini yang biasanya adalah anak-anak juga akan mengalami gejala pada masa kanak-kanak, dan beberapa gejala yang dirasakan diantaranya adalah pigmentasi yang berwarna gelap di retina. Jika penyakit ini terus dibiarkan maka gejala akan berlanjut ke stadium lanjut dengan penurunan fungsi penglihatan secara keseluruhan.
Diagnosis Retinitis Pigmentosa
Tujuan diagnosis adalah untuk menemukan penyebab, gejala serta tingkatan penyakit, dan untuk mengetahui kesemuanya itu penderita harus menerima pemeriksaan fisik seperti diantaranya adalah pemeriksaan mata dengan oftalmoskop. Selain itu masih ada pemeriksaan lainya seperti pemeriksaan ketajaman penglihatan dan tes refraksi.
Pengobatan Retinitis Pigmentosa
Pengobatan penyakit ini dengan melihat hasil diagnosis, namun hingga sekarang belum diketahui secara pasti mengenai pengobatan efektif untuk penyakit ini, salah satu alat bantu yang dapat digunakan penderita adalah kaca mata yang melindungi mata dari sinar ultraviolet dan mempertahankan fungsi penglihatan. Penderita juga bisa diberi antioksidan yang mengandung vitamin A dan diyakini dapat menunda perkembangan penyakit ini.
Pengertian Pembengkakan Rongga Mata
Untuk memahami pengertian atau penyebab penyakit ini, dapat langsung terjelaskan dengan memahami penjelasan berikut. Bahwa setiap bagian yang termasuk organ mata bisa saja mengalami peradangan, dan hal ini merupakan awal mula terjadinya penyakit. Khususnya penyakit Wegener’s granulomatosis, yang merupakan penyakit peradangan dan mempengaruhi lapisan putih pada mata yang disebut scleritis. Selain itu, peradangan juga dapat mempengaruhi kelenjar lacrimal yang terletak pada tepi sebelah luar bagian atas orbit. Setiap atau seluruh bagian di dalam orbit bisa menjadi meradang. Peradangan tersebut bisa menjadi bagian pada proses penyakit lainnya, seperti Wegener’s granulomatosis, dimana peradangan mempengaruhi pembuluh darah (disebut vasculitis) terjadi, atau peradangan bisa terjadi untuk penyebab yang tidak nyata. Peradangan mempengaruhi lapisan putih (sclera) pada mata disebut scleritis. Peradangan mempengaruhi kelenjar lacrimal, terletak pada tepi sebelah luar bagian atas orbit, disebut inflammatory dacryoadenitis. Jika peradangan mempengaruhi salah satu otot yang menggerakkan mata, disebut myositis.
Gejala Pembengkakan Rongga Mata
Gejala-gejala yang dialami penderita penyakit ini bervariasi yang tergantung pada bagian mata mana terjadi peradangan. Dan jika terjadi gejala, pada umumnya dimulai secara spontan. Gejala tersebut dapat berupa nyeri dan kemerahan pada bola mata atau kelopak mata. Gejala nyeri tersebut juga bisa akut dan membuat penderita merasakan rasa nyerio yang sangat tak tertahankan. Gejala-gejala bervariasi tergantung pada bagian mana yang benar-benar meradang. Pada umumnya, gejala-gejala dimulai agak tiba-tiba, biasanya lebih dari beberapa hari. Nyeri dan kemerahan pada bola mata atau kelopak mata terjadi.
Pengobatan Pembengkakan Rongga Mata
Peradangan biasanya diobati dengan obat kortikosteroid, yang bisa diberikan melalui mulut. Kortikosteroid bisa diberikan secara infus jika peradangan berat. Diagnosis terhadap penyakit ini dilakukan dengan melihat gejala yang dialami oleh penderita dan itu bisa diteliti di bawah mikroskop untuk memastikan penyebab penyakit ini. Metode ini dinamakan Biopsy.
Pengertian Infeksi Dalam Mata (Endophthalmitis)
Endophthalmitis merupakan infeksi atau luka yang terdapat di dalam mata seorang penderita yang disebabkan oleh organisme yang beredar melalui aliran darah menuju mata.
Penyebab Infeksi Dalam Mata (Endophthalmitis)
Seperti yang diketahui dari pengertiany bahwa penyebab terjadinya penyakit ini adalah organisme yang beredar melalui aliran darah ke dalam mata atau bisa karena masuk ke mata melalui luka bedah atau luka. Dan jika infeksi ini berasal dari dalam darah bisa dikarenakan pemberian obat-obatan secara infus, abses atau operasi. Lantas infeksi ini biasanya disebabkan jenis bakteri, jamur atau protozoa.
Gejala Infeksi Dalam Mata (Endophthalmitis)
Jika sudah mengalami penyakit ini maka penderita akan mengalami gejala awal seperti rasa sakit, kemerahan pada putih mata, peka terhadap sinar, dan kehilangan penglihatan.
Diagnosa Infeksi Dalam Mata (Endophthalmitis)
Tujuan dari diagnosis adalah menemukan penyebab, gejala serta tingkatan penyakit. Dan untuk itu semua penderita harus menerima pemeriksaan fisik seperti pemeriksaan cairan di bagian depan mata dan gel seperti zat di dalam bagian belakang pada mata untuk menentukan organisme mana yang bertanggungjawab dan obat-obatan mana yang lebih aktif.
Cara Mengobati Infeksi Dalam Mata (Endophthalmitis)
Solusi pengobatan cepat harus dilakukan jika kita ingin penderita sembuh. pengobatan biasanya dimulai secepatnya, sebuah penundaan bahkan beberapa jam bisa saja menimbulkan kehilangan penglihatan dalam kasus berat. Selain itu, pemberian antibiotik untuk membunuh organisme yang masuk ke dalam aliran darah menuju mata.