Home » Posts filed under Penyakit gigi
Showing posts with label Penyakit gigi. Show all posts
Showing posts with label Penyakit gigi. Show all posts
Pengertian
Jika seseorang yang mengalami nyeri singkat ketika mengunyah atau ketika makan sesuatu yang dingin bisa mengalami patah gigi yang tidak lengkap. Selama patahan tersebut tidak lengkap dan bagian gigi tidak terbelah, dokter gigi bisa memperbaiki masalah tersebut dengan pemugaran.
Penyebab
Gigi depan bagian atas cenderung terluka dan patah. Jika setelah luka gigi tidak peka terhadap udara, paling mungkin hanya permukaan keras bagian luar (enamel) telah rusak. Bahkan jika enamel tersebut menyebabkan sumbing kecil, pengobatan dengan segera tidak diperlukan. Patahan pada lapisan intermediate gigi biasanya menyakitkan ketika terkena udara dan makanan, sehingga orang dengan beberapa patahan mencari pertolongan gigi dengan segera. Jika patahan tersebut mempengaruhi bagian paling dalam pada gigi (pulp), bercak merah dan seringkali beberapa darah akan muncul pada patahan.
Diagnosa
Untuk mendiagnosa penderita Gigi yang Pernah Retak, Copot atau Goyah maka dokter harus sebisa mungkin memberikan obat-obatan atau antibiotic guna menghilangkan rasa sakit. Kemudian, dokter melakukan pemeriksaan pada gigi dengan membersihkan bagian gigi yang telah patah. Cara yang sering digunakan adalah mencabut sisa patahan gigi pada penderita.
Cara Mengobati
Pengobatan saluran akar kemungkinan diperlukan untuk mengangkat pulp yang tertinggal sebelum mati dan menyebabkan nyeri berat.Jika sebuah luka menghilangkan gigi pada rongga atau jika jaringan gusi di sekitarnya berdarah sangat banyak, seseorang harus menemui dokter gigi dengan segera. Gigi bayi yang rusak (deciduous) di bagian depan mulut kemungkinan diangkat jika gigi benar-benar hilang untuk mencegah kerusakan pada gigi tetap tanpa menghilangkan ruang untuk gigi yang belum muncul.Gigi susu yang goyah (avulsed) seharusnya tidak ditanam kembali takutnya akan merusak pucuk gigi tetap. Gigi dewasa goyah memerlukan pengobatan dengan segera. Gigi tersebut harus dibilas dan diletakkan pada rongganya. menyediakan medium bagus untuk mendukung gigi tersebut). Pada waktu yang bersamaan, orang dan gigi tersebut harus segera dibawa ke dokter gigi terdekat.
Pengertian Resesi Gusi
Yang dimaksudkan dengan resesi gusi adalah hilangnya jaringan gusi dari pangkal gigi yang kontak pada permukaan akar gigi para penderita.
Penyebab Resesi Gusi
Penyebab umum terjadinya resesi gusi pada penderita adalah proses menyikat gigi. Resesi biasanya terjadi sebagai reaksi terhadap penyikatan yang terlalu agresif tetapi juga dihasilkan dari luka atau sebagai kemajuan alami pada jaringan gusi yang tipis dan lembut. Kebanyakan orang mengalami resesi ringan. Namun terkadang ada beberapa penderita mengalami resesi gusi berat, hingga menimblkan sakit gigi yang lama. Pada penderita yang mengalami resesi gusi berat adalah penderita yang selalu bergonta ganti pasta gigi atau jenis sikat gigi yang tidak sesuai dengan ukuran mulut dan bentuk atau struktur gigi penderita tersebut.
Gejala Resesi Gusi
Resesi bisa membuat gigi sangat peka terhadap makanan dingin, makanan manis, atau sentuhan. Hal tersebut kadang bisa disertai dengan hilangnya tulang dan bisa membuat gigi lebih rapuh terhadap cavitis akar.
Cara Mengobati Resesi Gusi
Pengobatan diperlukan ketika gusi atau gigi sensitif atau ketika penumpukan plak dan sulit untuk dihilangkan. Pengobatan yang dilakukan oleh para dokter gigi khususnya terhadap para penderita resesi Gusi meliputi prosedur pencangkokan, dimana jaringan lembut diangkat dari akar pada mulut atau dari jaringan donor dan dijahit sampai daerah tersebut.
Pengertian Tumbuh Gigi
Ini adalah keadaan yang biasanya terjadi pada orang yang masih memiliki kemampun untuk pertumbuhan giginya, dan biasanya terjadi pada bayi yang baru tumbuh gigi atau usia anak-anak hingga remaja yang masih bisa tumbuh gigi.
Penyebab Tumbuh Gigi
Ada beberapa hal yang menyebabkan pertumbuhan gigi pada seseorang, misalnya karena penderita yang memang belum pernah tumbuh gigi, seperti pada bayi. Atau karena penderita mengalami cedera atau kondisi yang menyebabkan giginya tanggal dan masih bisa tumbuh kembali.
Gejala Tumbuh Gigi
Jika tumbuh gigi ini terjadi pada bayi maka akan terlihat kebiasaanya untuk menggigit sesuatu, sedangkan untuk anak-anaka atau remaja yang giginya tumbuh kembali setelah tanggal akan merasakan gejala berupa rasa sedikit berbeda pada bagian mulutnya, pertumbuhan gigi ini juga bisa terjadi secara tidak sempurna atau miring yang tergantung kepada kondisi yang mempengaruhi selama gigi ini tumbuh, seperti adanya tekanan atau dorongan berlebih yang secara sengaja atau tidak sengaja dilakukan oleh penderita.
Diagnosis Tumbuh Gigi
Tujuan dari diagnosis hanyalah untuk meyakinkan bahwa memang sedang terjadi pertumbuhan gigi dan meyakinkan juga bahwa pertumbuhan ini terjadi secara sempurna. Diagnosis ini dilakukan melalui pemeriksaan pada gigi secara fisik atau bisa juga melalui rontegn untuk melihat keadaan sebelum gigi tersebut tumbuh keluar.
Pengobatan Tumbuh Gigi
Pengobatan dilakukan jika dalam diagnosis ditemukan bahwa ada kelainan dalam pertumbuhan gigi penderita atau menghilangkan rasa nyeri pada saat gigi tersebut tumbuh secara tidak normal. Dan upaya pengobatan juga tergantung kepada tingkatan kelainan yang terlihat dalam diagnosis, namun intinya pengobatan ini lebih kepada upaya supaya pertumbuhan gigi terjadi secara normal tanpa gangguan yang berarti .
Pengertian Gingivitis (radang gusi)
Yang dimaksudkan Perikarditis Kronis (Chronic Pericarditis) adalah suatu peradangan perikardium (kantung jantung) yang menyebabkan penimbunan cairan atau penebalan dan biasanya terjadi secara bertahap serta berlangsung menahun.
Penyebab Gingivitis (radang gusi)
Yang menjadi penyebab utama dari perikarditis konstriktif kronis adalah infeksi virus dan terapi penyinaran untuk kanker payudara atau limfoma. Selain itu ada beberapa penyebab lain yaitu artritis rematoid, lupus eritematosus sistemik, cedera, pembedahan jantung, infeksi bakteri.
Gejala Gingivitis (radang gusi)
Gejala-gejala yang timbul pada penderita Perikarditis Kronis (Chronic Pericarditis)
adalah sesak nafas, batuk (karena tekanan tinggi pada vena paru-paru mendorong cairan masuk ke dalam kantung-kantung udara), dan kelelahan (karena kerja jantung menjadi tidak efisien).
Bisa terjadi penimbunan cairan di perut dan tungkai. Gejala-gejala yang dapat menjadi petunjuk penting bahwa seseorang menderita perikarditis kronis adalah tekanan darah tinggi, penyakit arteri koroner atau penyakit katup jantung. Tidak menimbulkan rasa nyeri.
adalah sesak nafas, batuk (karena tekanan tinggi pada vena paru-paru mendorong cairan masuk ke dalam kantung-kantung udara), dan kelelahan (karena kerja jantung menjadi tidak efisien).
Bisa terjadi penimbunan cairan di perut dan tungkai. Gejala-gejala yang dapat menjadi petunjuk penting bahwa seseorang menderita perikarditis kronis adalah tekanan darah tinggi, penyakit arteri koroner atau penyakit katup jantung. Tidak menimbulkan rasa nyeri.
Diagnosa Gingivitis (radang gusi)
Diagnosa dilakukan berdasarkan gejala dan check up body. Namun, ada dua cara lain untuk mendiagnosa penderita Perikarditis Kronis (Chronic Pericarditis) yaitu Kateterisasi jantung: digunakan untuk mengukur tekanan darah di dalam bilik jantung dan pembuluh darah utama dan MRI scan atau CT scan: digunakan untuk mengukur ketebalan perikardium. Dalam keadaan normal, tebal perikardium kurang dari 0,3 cm, tetapi pada perikarditis konstriktif kronis tebalnya mencapai 0,6 cm atau lebih.
Pengobatan Gingivitis (radang gusi)
Pengobatan yang dilakukan adalah diuretic yaitu obat yang membuang kelebihan cairan dan pembedahan untuk mengangkat perikardium.
Pengertian Pulpitis (radang pulpa gigi)
Ini adalah jenis penyakit peradangan pada pulpa gigi yang menimbulkan rasa nyeri. Pengertian dari pulpa adalah bagian gigi paling dalam, yang mengandung saraf dan pembuluh darah di dalam tubuh.
Penyebab Pulpitis (radang pulpa gigi)
Penyebab utamanya adalah karena pembusukan gigi. Selain masih ada penyebab lain seperti karena cedera. Pulpa terbungkus dalam dinding yang keras sehingga tidak memiliki ruang yang cukup untuk membengkak ketika terjadi peradangan. Yang terjadi hanyalah peningkatan tekanan di dalam gigi. Peradangan yang ringan, jika berhasil diatasi, tidak akan menimbulkan kerusakan gigi yang permanen. Peradangan yang berat bisa mematikan pulpa. Meningkatnya tekanan di dalam gigi bisa mendorong pulpa melalui ujung akar, sehingga bisa melukai tulang rahang dan jaringan tulang rahang tersebut.
Gejala Pulpitis (radang pulpa gigi)
Gejala yang timbul pada penderita Pulpitis adalah sakit gigi yang luar biasa dan nyeri pada gusi yang tak bisa dihindari.
Diagnosa Pulpitis (radang pulpa gigi)
Mendiagnosa penderita Pulpitis harus berdasarkan gejala, penyebab, dan hasil pemeriksaan fisik atau check up.
Pengobatan Pulpitis (radang pulpa gigi)
Mengobati penyebab Pulpitis akan mengurangi peradangan. Jika pulpitis diketahui pada stadium dini, maka penambalan sementara yang mengandung obat penenang saraf bisa menghilangkan nyeri. Tambalan ini bisa dibiarkan sampai 6-8 minggu dan kemudian diganti dengan tambalan permanen. Jika terjadi kerusakan pulpa yang luas dan tidak dapat diperbaiki, satu-satunya cara untuk menghilangkan nyeri adalah dengan mencabut pulpa, baik melalui pengobatan saluran akar maupun dengan pencabutan gigi dan penambalan.
Pengertian Karies Gigi (Kavitasi)
Ini adalah penyakit yang berhubungan dengan kondisi gigi seseorang yang mengalami pembusukan.
Penyebab Karies Gigi (Kavitasi)
Ada beberapa hal yang menjadi penyebab penyakit ini, dan utamanya adalah karena penderita kurang memerhatikan kesehatan dan kebersihan giginya. Sehingga memudahkan bakteri seperti
Streptococcus mutans untuk masuk yang berasal dari sisa-sisa makanan. Bakteri ini yang kemudian akan mengubah zat gula dan karbohidrat dalam makanan menjadi asam
Streptococcus mutans untuk masuk yang berasal dari sisa-sisa makanan. Bakteri ini yang kemudian akan mengubah zat gula dan karbohidrat dalam makanan menjadi asam
Gejala Karies Gigi (Kavitasi)
Beberapa gejala yang dirasakan penderita adalah berupa penyumbatan sinus yang juga bisa menyebabkan gigi atas menjadi lebih peka. Selain itu akan timbul rasa nyeri disertai pembusukan pada dentin gigi.
Diagnosis Karies Gigi (Kavitasi)
Ini adalah pemeriksaan khusus yang dilakukan pada gigi dengan tujuan melihat tingkat keparahan pembusukan yang terjadi dan dapat menjadi dasar dalam menentukan metode pengobatan tepat nantinya.
Pengobatan Karies Gigi (Kavitasi)
Pengobatan dengan melihat hasil diagnosis, dan jika pembususkan masih dapat diobati dengan obat-obatan maka diberikan obat secara oral, namun jika penyakit ini sudah tergolong berat maka tindakan utama yang harus dilakukan adalah berupa operasi atau pengangkatan gigi untuk diganti dengan tambalan atau gigi palsu. Setidaknya dengan begitu fungsi gigi untuk mengunyah makanan atau penampilan tidak mengalami gangguan.